Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Lima pemain "premium" tersebut yaitu Muhammad Ferarri, Ginanjar Wahyu, Alfriyanto Nico, Frengky Deaner Missa, dan Cahya Supriadi.
"Mungkin ini tidak dalam waktu yang tepat untuk melepas mereka karena banyak pertandingan di September nanti," tegas Doll (23/8/2022).
"Kami sangat bangga memiliki mereka di tim dan kami akan memberikan mereka kesempatan bermain," tegas Doll.
Doll lantas membuktikan ucapannya dengan memberi menit tampil pada pemain U-19 yang terpanggil ke tim nasional.
Tiga dari lima pemain di atas dimainkan dalam laga Persija kontra Persita Tangerang, Rabu (24/8/2022) malam.
Muhammad Ferarri bermain penuh selama 90 menit sebagai right centre-back, dan menjadi pemain U-19 dengan menit main terbanyak di Liga 1 (465 menit).
Ginanjar Wahyu Ramadhani bermain sebagai pemain pengganti, dan telah mencatatkan lima pertandingan pada musim ini.
Alfriyanto Nico mendapatkan laga pertama musim ini (tak menghitung 3 gol dalam 18 laga musim lalu), dan langsung berkontribusi memenangi penalti yang dieksekusi Yusuf Helal.
Baca Juga: Proses Naturalisasi Sandy Walsh dkk Tertahan di DPR, Menpora: September Baru Dibahas
Dua pemain lain, Frengky Deaner Missa mencatatkan total 353 menit, serta Cahya Supriadi selalu menjadi orang kedua setelah Andritany Ardhiyasa.
Dengan kepercayaan tinggi pada pemain muda, Doll tampak punya alasan yang tepat untuk tak tunduk pada agenda PSSI.
Toh, Persija juga melepas lima pemain terpanggil lainnya yang belum beredar di tim utama.
Beginilah ketika sepak bola Indonesia dihiasi dua pelatih level dunia, terdapat perbedaan pendapat untuk alasan yang bagus.
Pemain U-19 lain yang sudah menembus tim utama seperti Arkhan Fikri (Arema FC) dan Marselino Ferdinan (Persebaya Surabaya) bisa jadi akan mengikuti jejak Ferarri dkk.