Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLANAS.COM - Rayhan Hannan mengungkap level latihan Persija Jakarta lebih berat ketimbang Brisbane Roar, Shin Tae-yong mengakui kualitas pemain jebolan Macan Kemayoran.
Rayhan Hannan memberi testimoni positif untuk Persija Jakarta yang dapat membentuk pemain untuk mempermudah berkarier di luar negeri.
Rayhan Hannan merupakan pemain yang dikirim Persija Jakarta untuk menimba ilmu di klub A-League, Brisbane Roar.
Skema peminjaman itu bisa dilakukan karena Persija Jakarta dan Brisbane Roar dimiliki oleh pihak yang sama, yaitu Grup Bakrie.
Pengalaman Rayhan Hannan di atas bisa disetarakan dengan mengikuti program Garuda Select yang berlatih di Inggris dan dilatih Dennis Wise.
Atau bisa pula disetarakan mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia U-20 yang dikirim ke Turki dan Spanyol dengan dipimpin langsung Shin Tae-yong.
Namun terdapat perbedaan besar, yaitu bahwa Rayhan berangkat sendirian ke Australia (tak menghitung pelatih Sudirman) sehingga menghadapi tantangan lebih berat.
Selain itu, Rayhan juga bakal dipaksa berjuang sendiri menghadapi tuntutan di Liga Australia yang hampir pasti lebih berat.
Baca Juga: Indonesia Hampir Permalukan Jepang, Negeri Samurai Ternyata Bablas Juara Piala Asia Futsal 2022
Namun dalam satu pertama bergabung Brisbane Roar, Rayhan memberi kesaksian mengejutkan terkait perbedaan kedua tim.
Sebagai negara yang rutin berpartisipasi di Piala Dunia, level latihan di klub kasta tertinggi Australia itu ternyata lebih rendah dibanding Persija.
"Kalau latihan menurut saya sejauh ini lebih banyak porsinya di Persija," tutur Rayhan dikutip dari laman resmi klub (8/10/2022).
"Sebab, di sini setelah pemanasan, kami hanya ada satu sesi latihan dan setelahnya langsung game," jelasnya.
Barangkali hal itu pula yang menjelaskan Persija menjadi tim dominan di kompetisi Elite Pro Academy dua level sekaligus.
Baik di level U-16 maupun U-18, Persija sama-sama meloloskan timnya ke babak final.
Shin Tae-yong juga mengakui kualitas pemain binaan Persija dengan memanggil 10 macan muda pada TC jelang Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 bulan lalu.
Adapun Rayhan masih berusia 18 tahun, sehingga berkesempatan dipanggil Shin Tae-yong untuk angkatan berikutnya.
Meski begitu tetap terdapat penegakan disiplin yang lebih ketat di negeri Kanguru itu.
"Untuk sekarang saya belum merasakan perbedaan besar saat latihan, hanya lingkungkan saja yang berbeda," ujar Rayhan.
"Banyak peraturan yang diterapkan di sini, menurut saya itu membuat semua orang sangat tertib," jelasnya.
Apabila Rayhan akan berada di Australia selama dua bulan, Persija mengirim pelatih Sudirman untuk durasi lebih lama, yaitu satu tahun.