Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLANAS.COM - Shayne Pattynama membawa bekal pendidikan sepak bola Belanda dan Norwegia, Pratama Arhan punya satu keunggulan.
Pratama Arhan seharusnya menjadi starter timnas Indonesia, bukan Shayne Pattynama, jika melihat masa recovery dua pemain.
Timnas Indonesia bakal meladeni negara sahabat Palestina dalam laga FIFA Matchday, Sabtu (14/6/2023) malam ini.
Timnas Indonesia untuk pertama kali memiliki pesaing serius bagi Pratama Arhan di era Shin Tae-yong, yakni Shayne Pattynama.
Shayne Pattynama merupakan pemain blasteran Indonesia-Belanda yang meraih status WNI pada Januari 2023.
Ia belum sempat debut pada FIFA Matchday bulan Maret, lantaran PSSI belum mengurus perpindahan asosiasi.
Alhasil, peluang debutnya baru terjadi pada FIFA Matchday bulan Maret, yaitu laga melawan Palestina atau Argentina.
Di atas kertas, Shayne memiliki profil yang akan menjadikannya bek kiri terbaik di Indonesia, mengalahkan semua bek "lokal".
Baca Juga: FIFA Matchday - Tak Seperti Indonesia Vs Palestina, Laga Malaysia Vs Kepulauan Solomon Sepi Peminat
Shayne dibesarkan oleh akademi Ajax dan FC Utrecht, lalu menembus tim utama Telstar, seluruhnya klub mapan di Liga Belanda.
Ia kemudian mencari peluang abroad dengan hijrah ke Norwegia, bersama klub papan tengah Viking FK.
Selama 2,5 musim di negara asal Erling Haaland, Shayne mengumpulkan 69 penampilan serta tiga gol dan sembilan assist.
CV mentereng di atas tak dapat disamain oleh bek kiri lainnya di skuat timnas Indonesia, mulai dari Edo Febriansyah, Yance Sayuri, hingga Pratama Arhan.
Bisa dikatakan, Shayne akan otomatis menjadi bek kiri reguler pilihan Shin Tae-yong untuk beberapa tahun mendatang.
Namun untuk FIFA Matchday kali ini, Shayne kemungkinan hanya akan memainkan peran kecil.
Sebagai pemain yang hidup di kutub utara dan Liga Norwegia pun sedang berjalan, ia terhitung telat tiba di Indonesia.
Media sosial PSSI baru mengunggah kedatangan Shayne pada Selasa (13/6/2023), atau satu hari menjelang laga kontra Palestina!
Dalam waktu recovery tak melebihi 2x24 jam, rasanya mustahil Shin Tae-yong melihat Shayne sebagai opsi paling mumpini.
Hal berbeda terjadi pada Pratama Arhan, yang bermain di Liga Jepang tetapi mendapat keringanan pulang lebih cepat.
"Saya terbang dari Jepang tanggal 10 malam," ujar Arhan di laman resmi PSSI.
"Sampai di sini tadi (Minggu) jam 10 pagi saya sudah di hotel," sambungnya.
"Semoga pertandingan nanti melawan Palestina bisa berjalan dengan baik, teman-teman juga sudah mulai kumpul semua," tandasnya.
Artinya, Arhan memiliki keunggulan masa recovery sebanyak dua hari dibanding Shayne.
Keunggulan tersebut bisa membawa Arhan menjadi starter saat melawan Palestina, tetapi barangkali tidak untuk bersua Argentina.