Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLANAS.COM - Egy Maulana Vikri menjadi perekat antar pemain untuk membawa Dewa United mendekati Persib di pucuk Liga 1.
Dewa United sedang menikmati tren lima kemenangan beruntun yang membuat mereka menduduki peringkat dua Liga 1 2024/25.
Anak Dewa bisa memanfaatkan merosotnya performa Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta, yang kini tergusur ke peringkat tiga dan empat.
Satu-satunya klub yang masih di atas Dewa yaitu Persib Bandung, yang unggul sembilan poin di puncak klasemen.
Salah satu pemain penting yang membuat klub milik Garibaldi Thohir mengangkasa yaitu Egy Maulana Vikri.
Egy menuai cibiran saat memutuskan pulang dari Eropa untuk pulang ke Indonesia, memilih Dewa yang klub kemarin sore.
Pemain kidal tersebut pertama kali merantau ke Eropa pada usia 18 tahun, lalu membela Lechia Gdansk, FK Senica, dan Zlate Moravce.
Dua tahun sejak pulang kampung, tampak Egy mulai bisa memenuhi potensi besarnya.
Musim ini, suami Adiba Khanza itu sudah mengoleksi 9 gol dan 3 asis dalam 21 pertandingan, capaian terbaik dalam kariernya.
Baca Juga: Ole Romeny Akan Jalani 'Debut' Oxford United sebagai Pemain Indonesia, Marselino Ferdinan ke Mana?
Tak cuma itu, ia juga terbukti menjadi perekat pemain lokal dan pemain asing berkat kemampuan bahasa Inggrisnya.
Ia rutin melakukan pidato bahasa Inggris, yang dipelajarinya di Eropa, di ruang ganti Dewa United.
Kanal Youtube klub yang berdiri pada 2021 itu kerap mengunggah momen Egy mendongkrak semangat rekan setimnya.
Saat melawan PSIS Semarang, Egy mengingatkan timnya harus fokus sejak menit awal, setelah kebobolan cepat kala bersua PSM.
"Dengar, laga terakhir melawan PSM, mereka mencetak gol dalam dua menit," ucap Egy.
"Sekarang kita harus fokus dari menit 0 sampai menit 90!"
"There we go there we go!"
Laga berikutnya melawan Persija, Egy kembali menyampaikan hal yang sama, juga dengan bahasa Inggris.
Hasilnya, Dewa United bisa memenangi duel peringkat dua melawan peringkat tiga itu dengan skor 2-1.
Kesuksesan Egy bersama Dewa tersebut membuat Maciej Gajos terkesima.
Gajos adalah mantan kapten Lechia Gdansk yang membersamai Egy di klub Polandia, dan kini membela Persija.
"Kami pernah bermain bersama di Polandia tapi itu sudah lama sekali," kata Maciej Gajos.
"Dulu, dia mengalami kesulitan untuk beradaptasi di Polandia."
"Sekarang setelah kembali ke Indonesia, performanya baik," kata Maciej Gajos.
"Sekarang dia menjadi pemain yang berbeda," tandasnya.
Baca Juga: Bawa-bawa Timnas Indonesia, Sandy Walsh Ungkap Alasan Rela Turun Kasta ke Liga Jepang