Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLANAS.COM - Egy Maulana Vikri harus dipanggil Patrick Kluivert ke timnas Indonesia berkat penampilan gacor di Dewa United.
Egy Maulana Vikri sedang menjalani musim terbaik dalam karier profesionalnya yang merentang dari Eropa hingga Indonesia.
Playmaker kidal itu pertama kali mencuat bersama timnas U-19 Indonesia, untuk kemudian hijrah ke Eropa.
Tiga tahun di Lechia Gdansk diikuti 1,5 tahun bersama FK Senica dan Vion Zlate Moravce di Slovakia.
Berkat 4,5 musim di benua kiblat sepak bola, Egy kini mempunyai kapasitas untuk bermain dengan level elite di Liga 1 2024/25.
Egy yang kini berusia 24 tahun bermain bagi Dewa United yang sedang menjadi tim paling panas di Liga 1.
Dewa menghuni peringkat dua, dan sudah mengalahkan tiga pesaingnya: Persib, Persija, Persebaya.
Teranyar, klub berjuluk Banten Warriors mengacak-acak Persebaya dengan skor 2-0 pada Jumat (21/2/2025).
Gol pertama dalam laga tersebut viral di media sosial berkat proses indah yang dibangun anak buah Jan Olde Riekerink.
Gol tersebut diawali inisiasi serangan dari Alexis Messidoro di luar kotak penalti, yang mengirim umpan kepada Taisei Marukawa di dalam kotak.
Marukawa melakukan gerakan ciamik untuk menemukan Egy di dekat kotak penjaga gawang.
Dalam situasi ini, pemain lokal kerap "nge-blank" dan merusak skema umpan yang sudah dibangun pemain asing.
Namun Egy menjaga kepala tetap dingin dan mengimbangi kecepatan berpikir Marukawa serta Messidoro.
Tanpa melihat, Egy mengetahui Messidoro tiba di dalam kotak dan segera menyodori umpan dengan bobot yang pas.
Messidoro pun tinggal menceploskan bola ke gawang Ernando Ari yang terpana dengan proses tersebut.
Itu adalah asis keempat Egy pada musim ini, belum menghitung 10 gol yang membuatnya menjadi pemain lokal tertajam Liga 1.
Performa Egy baru-baru ini mendapat pujian dari mantan kapten Lechia Gdansk yang kini merumput di Persija, Maciej Gajos.
"Kami pernah bermain bersama di Polandia tapi itu sudah lama sekali," kata Maciej Gajos.
"Dulu, dia mengalami kesulitan untuk beradaptasi di Polandia."
"Sekarang setelah kembali ke Indonesia, performanya baik, sekarang dia menjadi pemain yang berbeda," tandasnya.
Sementara itu, pelatih Jan Olde Riekerink masih belum mau membicarakan kans juara timnya.
"Untuk tahun ini, saya ingin juara. Tetapi jika saya lihat persib, sulit," ucap Riekerink.
"Laga-laga sisa ke depan mereka (Persib) setidaknya harus kalah tiga kali dan itu tidak realistis untuk kami mengejar mereka."
Editor | : | Najm Ula |
Sumber | : | ligaindonesiabaru.com |