Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
BOLANAS.COM - Gerald Vanenburg mengalami pengurangan program kerja setelah Indra Sjafri ditunjuk sebagai pelatih untuk SEA Games 2025.
PSSI mengambil kebijakan membingungkan dengan menugaskan Indra Sjafri sebagai pelatih timnas U-22 Indonesia.
Kebijakan itu terasa kontroversial bukan hanya karena Indra baru saja gagal memimpin timnas U-20.
Timnas U-20 yang diperkuat Dony Tri Pamungkas dkk gagal di Piala Asia U-20 2025 walaupun menghabiskan TC berjilid ala Indra.
Kini, pelatih gaek berusia 62 tahun itu akan memakan sebagian pekerjaan Gerald Vanenburg.
Gerald Vanenburg sebelumnya dipercaya menangani timnas U-22 untuk dua turnamen, yaitu SEA Games 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Tugas Vanenburg yang pernah bekerja di Ajax Amsterdam itu dikurangi, lantaran SEA Games 2025 akan diambil alih Indra.
"Beliau (Ketua Umum PSSI Erick Thohir) menyampaikan ke saya bahwa coach Indra Sjafri tetap ditugaskan untuk mempersiapkan SEA Games," kata Menpora Dito Ariotedjo.
“Ya info yang disampaikan Pak Waketum memang seperti itu (Indra Sjafri jadi pelatih timnas U-22 Indonesia),” timpal Sumardji.
Baca Juga: Klasemen Pekan 24 Liga 1 - Poin Identik Tim Papan Bawah, Persib Berjarak Tiga Kemenangan
Keputusan PSSI mempekerjakan kembali Indra patut dipertanyakan.
Apa urgensi menunjuk dua pelatih untuk kategori umur yang sama, dalam rentang waktu yang sama?
Vanenburg sudah memantau sejumlah pertandingan Liga 1 untuk mencari pemain, untuk apa jika pemain tersebut ternyata akan diserahkan pada Indra?
Itu belum menghitung metode training camp Indra yang merugikan karier pemain.
Pelatih berkumis itu menghabiskan training camp selama 10 bulan sejak Desember 2023 bersama timnas U-20.
Hasilnya adalah para pemain yang karier klubnya terkorbankan, sekaligus penampilan horor bersama timnas U-20.
Daftar penampilan buruk timnas U-20 bersama Indra memanjang dari Soul Earth On Us 2024, Toulon 2024, Challenge Series U-20 2025, hingga Piala Asia U-20.
Jika Indra akan menggelar TC jangka panjang lagi bersama timnas U-22, alamat para pemain makin stunting perkembangannya.
Pemain U-22 sudah tergolong pemain senior dan menjadi pemain andalan di level klub, tegakah PSSI membiarkan perkembangan mereka diganggu TC jangka panjang?
Editor | : | Najm Ula |
Sumber | : | PSSI |